UINSA KUATKAN LANGKAH MENUJU ZI WBK DAN WBBM

Rektor beserta Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas (ZI) UINSA tengah berupaya kuat mewujudkan Kampus UINSA Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kerja keras tersebut telah membuahkan hasil dengan dinyatakannya UINSA  sebagai kampus “Layak” berpredikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia pada Mei 2018. Selanjutnya, UINSA juga tengah mempersiapkan diri untuk penilaian Kelayakan ZI WBK WBBM oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia dan Reformasi Brokrasi (Kemen-PAN RB). Dalam rangka persiapan menghadapi proses visitasi tersebut, UINSA melalui Tim Kerja ZI, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pembangunan Zona Integritas di Greensa Inn, Jl. Raya Juanda Sidoarjo pada Hari Selasa, 21 Agustus 2018.

FGD yang dibuka Rektor UINSA, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D., ini membahas tentang lima hal utama yang menjadi komponen dalam Pembangunan Zona Integritas. Yakni Agen Perubahan, Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi, Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), Penguatan Pengawasan, dan Pelayanan Publik. Dalam sambutannya, Prof Masdar berharap, agar Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas UINSA yang terdiri dari berbagai unsur pimpinan dapat mempersiapkan visitasi Kemen-PAN RB dengan sangat baik.

Kegiatan yang diikuti Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Wakil Direktur Pascasarjana, Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian Administrasi, Umum dan Kepegawaian, serta Tim ZI UINSA ini diawali dengan mata agenda overview Pembangunan Zona Integritas yang disampaikan Kabiro AUPK UINSA, Drs. Rijalul Faqih, M.Si. Dalam paparannya, Drs. Rijal menyatakan, bahwa untuk mendapatkan predikat ZI WBK, nilai ZI minimal 75 dari rentang nilai 0-100. “Pada tahun 2016, UINSA mendapatkan nilai ZI WBK 66. Sehingga UINSA belum layak berpredikat ZI WBK pada masa itu. Alhamdulillah, pada tahun 2017, nilai ZI UINSA naik menjadi 86,34, sehingga dinyatakan Kampus “Layak” berpredikat ZI WBK menurut versi Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia,” tandas Drs. Rijal.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dra. Wahidah Zein Br. Siregar, MA., Ph.D., sebagai pemateri Agen Perubahan memaparkan, bahwa Tim Agen Perubahan UINSA meliputi Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur Pascasarjana, Wakil Direktur Pascasarjana, Kabiro, Ketua Lembaga, serta Kepala UPT. “Tugas dan peran Tim Agen Perubahan UINSA adalah sebagai Katalis, Penggerak Perubahan, Pemberi Solusi, Mediator, dan Penghubung” tukasnya. Hadir pula dalam kesempatan itu para anggota Tim Agen Perubahan UINSA yang langsung melakukan aksi tanggap yakni menyusun Rencana Tindakan Tim Agen Perubahan.

Agenda FGD berikutnya adalah Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PID). FGD PID ini dipandu langsung Ketua Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PUSTIPD) UINSA, Dra. Imas Maesaroh, Dip.IM-Lib., M.Lib., Ph.D. Dra. Imas menuturkan, UINSA sebagai Badan Layanan Umum mempunyai kewajiban untuk memberikan Informasi kepada Publik. Oleh karena itu, UINSA melalui PUSTIPD menyediakan laman PPID di website UINSA. “Dalam daftar Informasi Publik yang disuguhkan di laman PPID UINSA, terdapat tiga kategori Informasi, yakni Informasi yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala, Informasi yang wajib diumumkan secara serta merta, serta informasi yang wajib tersedia setiap saat,” jelas Dra. Imas.

Selanjutnya, dalam FGD tentang Penguatan Pengawasan, hadir Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) UINSA, Drs. Sutikno, M.Pd.I. Drs. Sutikno menjelaskan pentingnya dilakukan pengawasan dalam proses akademik maupun non akademik. Ada banyak ragam metode pengawasan, menurut Drs. Sutikno, antara lain melalui Pengaduan Masyarakat, Pengendalian Gratifikasi, serta upaya menghindari adanya benturan kepentingan. “Hal ini wajib kita lakukan, agar semua proses kegiatan yang berjalan sesuai dengan Standar Operasional yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Di penghujung acara FGD Pembangunan Zona Integritas, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. H. Abu Azam Al Hadi, M.Ag., berharap agar para pimpinan dan seluruh Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas UINSA tahun 2018 segera mempersiapkan semua evidence yang dibutuhkan saat Visitasi ZI. Auditor dari Kemenpan RB direncanakan hadir pada Agustus-September 2018. “Semoga UINSA mendapatkan yang terbaik. Amin, pungkas Prof. Abu Azam